Showing posts with label REPORTASE. Show all posts
Showing posts with label REPORTASE. Show all posts

Jakarta Pesta, Jakarta Bencana

 


Thursday, 21 February 2013 11:24
Jokowi yang menghidupkan Pesta Jakarta di malam hari pergantian tahun pun kehilangan senyuman. Dia yang begitu bangga dengan pesta warga Jakarta itu, dibuat tak berdaya.
Tepat 17 hari setelah pesta digelar di sepanjang Jalan MH Thamrin dan Jalan Jenderal Sudirman, Bundaran Hotel Indonesia berubah total. Bukan kemeriahan yang bertahan, tapi musibah yang tak bisa lagi dicegah. Banjir membanjiri kawasan tersebut.
Di tempat itulah, Pesta Tahun Baru 2013 digelar. Bukan spontanitas warga Jakarta, tapi pesta itu sengaja diselenggarakan oleh Pemda DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta yang baru, Jokowi-lah yang menggagas pesta tahun baru itu. Sebelumnya acara seperti ini memang tidak ada.
Untuk menyukseskan acara tersebut, jalan protokol  yakni Jl MH Thamrin dan Jl Jenderal Sudirman ditutup sementara. Jalan disulap sedemikian rupa menjadi arena hura-hura. Diberlakukanlah night free day (malam bebas kendaraan). Kendaraan tidak boleh masuk ke jantung ibukota itu untuk sementara waktu. Alasannya, jalan tersebut dijadikan arena pesta dan panggung musik. Ada 16 panggung yang dibangun oleh Pemda DKI. Pusatnya di Bundaran Hotel Indonesia.
Menjelang malam pergantian tahun baru datang, puluhan ribu orang tumplek blek di kawasan itu. Laki perempuan, remaja, anak-anak tak peduli hujan gerimis yang datang menjelang malam. Mereka bergembira dengan pesta yang telah disiapkan.
Mereka berjingkrak-jingkrak mengikuti alunan suara dan musik. Sebagian asyik meniup terompet. Sebagian lagi asyik masyuk bermesraan di tengah kerumunan manusia. Ada juga yang histeris karena sang idola tampil di atas panggung. Mereka pun gembira saat Jokowi pun ikut pesta di pinggir kolam air mancur Bundaran Hotel Indonesia (HI). Suasana tambah semarak ketika pesta kembang api tiba, tepat tengah malam. Dar-der-dor bunyinya. Suara terompet mengiringinya.
Inilah pesta terbesar tahun 2013 di Jakarta. Padahal, menurut Kristolog Irena Handono,  pesta Tahun Baru adalah  pesta kemusyrikan. Bagaimana tidak, lanjutnya, 1 Januari adalah hari persembahan kepada Janus, dewa segala gerbang, pintu-pintu, dan permulaan (waktu). Bulan Januari diambil dari nama Janus sendiri, yaitu dewa yang memiliki dua wajah – sebuah wajahnya menghadap ke (masa) depan dan sebuahnya lagi menghadap ke (masa) lalu.
“Kaum Pagan (penyembah berhala) sendiri biasa merayakan tahun baru mereka (atau Hari Janus) dengan mengitari api unggun, menyalakan kembang api, dan bernyanyi bersama. Kaum Pagan di beberapa tempat di Eropa juga menandainya dengan memukul lonceng atau meniup terompet,” katanya kepada Media Umat.
Kamis (17/1), keceriaaan yang dulu terjadi pada saat perayaan Tahun Baru Masehi 2013, tinggal kenangan.  Tak ada lagi teriakan-teriakan histeris, tertawaan, atau jingkrak-jingkrak kegirangan. Warga Jakarta harus menerima kenyataan pahit.
Jembatan Banjir Kanal Barat jebol. Air meluber menuju Bundaran Hotel Indonesia dan sekitarnya. Jantung ibukota lumpuh.  Jokowi yang menghidupkan Pesta Jakarta di malam hari pergantian tahun pun kehilangan senyuman. Dia yang begitu bangga dengan pesta warga Jakarta itu, dibuat tak berdaya.
Semua orang tak mengira, air akan menggenangi jantung ibukota tersebut. Bahkan ini tak terjadi saat banjir 2007, bundaran HI tergenang. Bayangkan, curah hujan yang turun di Jakarta dan juga di kawasan Bogor itu tidak terlalu tinggi dibandingkan pada saat banjir besar melanda ibukota tahun 2007. Saat itu curah hujan mencapai 340 milimeter. Sedangkan kali ini curah hujannya kurang dari 100 milimeter. Bahkan hujan di Bogor pun curah hujannya juga sekitar angka tersebut.
Tapi kok banjir? Itulah kenyataan yang tak terelakkan. Bahkan banjir itu pun memakan korban dua orang di Plaza UOB karena tempat parkir bawah tanah gedung bertingkat itu dipenuhi air bak tsunami.
Selain itu jantung ibukota, banjir pun melanda berbagai kawasan lainnya di Jakarta. Seperti biasa, air menyambangi kawasan yang biasa banjir di sekitar bantaran kali Ciliwung. Tidak hanya itu, banjir pun bertandang ke kawasan elite di Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Di sana orang-orang kaya diperdaya oleh air bah.
Ujian atau Azab?
Banyak analis mengaitkan banjir Jakarta dengan dampak kerusakan lingkungan, baik di Jakarta sendiri maupun di daerah yang menjadi penyangga Jakarta seperti Bekasi, Bogor, dan Banten. Itu tidak salah karena faktanya memang tak terbantahkan. Tapi jarang yang mengaitkan musibah yang terjadi dengan dosa-dosa manusia.
Allah SWT berfirman: “Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.” (TQS. An Nisaa : 79). Juga firman-Nya:  “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syura : 30)
As Suddiy, Hasan al Bashri, Ibnu Juraih dan Ibnu Zaid mengatakan bahwa makna “maka dari dirimu sendiri” adalah karena dosamu. Qatadah mengatakan bahwa makna  “Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri,” adalah akibat dosamu wahai anak Adam.
Musibah juga bentuk ujian Allah. Allah berfirman: “Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya) dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (TQS. Al Anbiya : 35). Dan juga firman-Nya:  “Dan kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk.” (TQS. Al A’raf : 168)
Ibnu Katsir mengatakan bahwa makna “Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya)” adalah terkadang Kami menguji dengan berbagai musibah dan terkadang dengan berbagai kenikmatan agar kami mengetahui orang-orang yang bersyukur dari orang-orang yang kafir, orang-orang yang bersabar dari orang-orang yang berputus asa.
Dan bagi orang kafir, musibah atau ujian adalah bagian dari azab Allah di dunia. Dan azab di akhirat yang lebih besar telah menanti. [] Mujiyanto
BOKS
Surat Umar bin Khaththab ke Sungai Nil
Ketika Mesir di bawah Gubernur Amru bin Ash, ada suatu masa Sungai Nil kering. Datanglah orang-orang menemuinya. Mereka yang tinggal di bantara itu mengatakan bahwa Sungai Nil memiliki kebiasaan tidak mau mengalirkan air kecuali permintaannya dipenuhi.
“Apa permintaannya?”  tanya Amru bin ‘Ash.
“Kalau sudah tanggal 11 bulan ini, kami biasa mencari seorang anak gadis. Setelah kami menjadikan kedua orang tuanya senang dan ridha, maka kami menyuruh gadis itu berdandan dan berhias seelok mungkin. Lalu kami melemparnya ke Sungai Nil sebagai tumbal,” papar mereka.
Amru menyatakan, perbuatan itu dilarang oleh Islam dan Islam melenyapkan ajaran buruk sebelumnya.
Karena tidak ada solusi, mereka berencana pindah ke wilayah lain jika sungai itu tetap kering.
Melihat keadaan itu, Amru berkirim surat kepada Khalifah Umar bin Khaththab di Madinah. Amru melaporkan peristiwa itu dan meminta nasihat kepada Umar apa yang mesti ia lakukan.
Umar membalas surat Amru. Dalam suratnya Umar menulis, “Tindakanmu benar. Islam memang menghapus kebiasaan buruk sebelumnya. Aku telah mengirim kertas khusus untuk engkau lempar ke Sungai Nil.”
Surat Umar sampai ke tangan Amru. Amru membaca isi surat khusus yang ditulis Umar untuk Sungai Nil. “Dari hamba Allah, Umar Amirul Mukminin untuk Nil penduduk Mesir. Amma ba’du. Jika engkau mengalir karena kemauanmu, janganlah engkau mengalir. Tetapi bila engkau mengalir karena diperintah oleh Allah, maka aku meminta kepada Allah Yang Mahaesa lagi Maha Perkasa agar menjadikanmu mengalir.”
Kertas itu dilempar Amru bin ‘Ash ke Sungai Nil sehari sebelum hari raya Nasrani. Saat itu penduduk Mesir tengah bersiap-siap pindah ke negeri lain karena Sungai Nil yang menjadi sumber penghidupan mereka berhenti mengalirkan air.
Setelah surat Umar dilempar, keesokan harinya, di pagi hari di hari raya Nasrani, air Sungai Nil telah mengalir dengan ketinggian 7 meter lebih hanya dalam waktu semalam. Sejak itu adat buruk masyarakat Mesir hilang.
Read More

Habiskan Anggaran Sistem Kebut Semalam


Setiap tahun perilaku menghabiskan anggaran dalam waktu singkat di penghujung tahun ini selalu berulang.

Menghabiskan anggaran di akhir tahun sepertinya sudah menjadi rutinitas tahunan di Indonesia. Ketika serapan anggaran masih relatif minim, dengan sistem kebut semalam (SKS), serapan menjadi begitu cepat, terutama menjelang akhir tahun.
Catatan Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Seknas FITRA), berdasarkan Laporan Realisasi Anggaran Semester 1 terhadap kinerja anggaran kementerian, hingga pertengahan 2012 belum mencapai 50 persen. Bahkan terdapat enam kementerian yang baru menyerap anggarannya kurang dari 20 persen.
Kementerian tersebut adalah Kementerian Negara Perumahan Rakyat, Kementerian Negara Pemuda dan Olah raga, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, serta Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat.
Minimnya serapan anggaran tersebut, juga terlihat dari data Kementerian Keuangan. Secara keseluruhan realisasi belanja tahun 2012 sampai Nopember baru mencapai Rp 778 trilyun atau 72,8 persen dari pagu anggaran Rp1.069 trilyun. Dari jumlah itu, realisasi belanja barang Rp 100,6 trilyun atau 62 persen dari pagu dan belanja modal Rp 90,8 trilyun atau 51,6 persen dari pagu.
Sementara itu, anggaran transfer daerah realisasinya Rp 430 trilyun atau 89,9  persen dari pagu Rp 478 trilyun. Sedangkan realisasi penerimaan negara sebanyak Rp 1.101 trilyun atau 81,12 persen dari target Rp 1.358 trilyun. Dari jumlah itu, realisasi penerimaan pajak Rp 858 trilyun atau 84 persen. Penerimaan bukan pajak Rp 240 trilyun atau 70,4  persen dan penerima dari hibah Rp 2,9 trilyun.
Dengan serapan anggaran yang sangat rendah tersebut sudah bisa dipastikan, semua kementerian akan berlomba-lomba menghabiskan anggaran menjelang tutup tahun. Bahkan Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Agus Suprijanto berani memperkirakan realisasi belanja modal itu masih mungkin akan naik sekitar 1,5 persen setiap hari hingga menjelang batas akhir tutup buku.
Pergerakan serapan belanja yang begitu lambat di awal, lalu tiba-tiba bisa melesat cepat menjelang berakhirnya tahun memang patut dipertanyakan. Apalagi kejadian ini bukan hanya pada tahun ini, tapi terus berulang setiap tahun.
Sungguh miris, karena pemerintah tidak pernah belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Bisa dipastikan penyerapan anggaran yang sangat cepat dalam waktu singkat, membuat penggunaannya menjadi tidak jelas arah dan tujuannya.
Bahkan beberapa kegiatan di sejumlah kementerian seperti dipaksakan dan terkesan asal ada. Yang pasti asal anggaran bisa habis. Parahnya lagi, lemahnya pengawasan kerap dimanfaatkan pihak tertentu mengeruk keuntungan. Rendahnya penyerapan juga cermin dari perencanaan anggaran pemerintah, baik pusat maupun daerah yang buruk.
Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengakui, penyerapan anggaran 2012 masih mengecewakan, meski berbagai upaya terobosan sudah dilakukan. “Penyerapan anggaran cenderung rendah dan menumpuk di akhir tahun dan selalu berulang setiap tahunnya,” ujarnya.
Guna mengurangi serapan anggaran yang rendah, pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan telah menyiapkan sejumlah langkah mendorong percepatan anggaran pada tahun 2013. Pertama, meningkatkan kapasitas pengelola satuan keuangan satuan kerja yang difokuskan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dalam menyusun rencana penarikan dana dan perencanaan pengadaan. Kegiatan ini meliputi sosialisasi dan pelatihan terkait penyusunan penarikan dana dan perencanaan kas.
Kedua, menyempurnakan regulasi. Saat ini Perpres No.70/2012 yang merupakan revisi Perpres No.54/2010 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah sudah selesai. “Dengan Perpres baru ini kita harapkan prosesnya lebih cepat, sehingga pelaksanaan kegiatan masing-masing satker penyerapan anggaran tahun 2013 lebih baik dan merata,” ujar Agus.
Ketiga, meningkatkan peranan semua pihak. Peran pemimpin Kementerian/Lembaga (K/L), provinsi dan peranan aparat pengawasan K/L, provinsi terhitung mulai 2013. Untuk itu unit pengawasan internal dan pengendalian mutu setiap K/L perlu dioptimalkan khusus dalam monitoring dalam satker yang kinerjanya rendah. (mediaumat.com, 6/1)

Read More

untungkah....

Secara sadar atau tidak sadar kita saat ini telah terjebak dlm perangkap orang2 barat dgn penjajahannya di berbagai bidang.. Orang barat telah berhasil menjadikan warga pribumi seperti budak yang tdk bisa berkutik.. Kita tentu tidak menutup mata bahwa di sekitar kita telah di bangun banyak industri yang notabenenya kelas international.. Scara subyektif itu sangat menguntungkan bila d lihat dari sudut pandang materi.. Pemerintah dpt pajak dan ada pemasukan bawah tangan dari para investor2 asing tersebut. Dan sekaligus mengurangi beban pemerintah berkaitan dgn masalah pengangguran karena banyak tenaga yang terserap oleh industri2 itu.. Selain itu bnyak juga berdiri warung2 atau pelayanan jasa lain seperti merebaknya conter hp.salon.bengkel dan kost2san dll yang secara langsung meningkatkan perekonomian d sekitar industri.. Lalu pertanyaanya untungkah warga masyarakat dgn adanya industri2 itu.. Jawabanya jelas untung tp kalau d bandingkan kerugianya ya gak sebanding to..
Read More

Daripada Naikkan BBM, Potong Gaji Pejabat Negara 10%!


Rencana pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi menuai banyak kontroversi. Demonstrasi marak di berbagai daerah hingga pusat Ibu Kota merupakan bentuk aspirasi masyarakat yang menolak kenaikan harga BBM. Apakah tidak ada cara lain agar aspirasi masyarakat ini bisa diterima? Jawabannya ada!
Penghematan besar-besaran menjadi kunci yang bisa dilakukan ketimbang mengorbankan masyarakat dengan menaikkan BBM. Penghematan bisa dilakukan dengan memotong gaji pejabat negara dan PNS khususnya eselon I dan II.
“Saya setuju gaji pejabat negara dan PNS khususnya eselon I dan II, tunjang-tunjangannya dipotong 5-10%,” ungkap Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis kepada detikFinance di Jakarta, Selasa (27/3/2012).
Dijelaskan Harry, pengeluaran besar anggaran negara memang terletak di tunjangan dari gaji pokok para PNS dan pejabat negara tersebut. “Dan penghematan potongan itu sebaiknya dialokasikan juga nantinya untuk infrastruktur padat karya pedesaan sehingga orang miskin pdesaan memperoleh manfaat pekerjaan dan income selama satu tahun,” ungkap Harry.
“Infrastruktur pedesaan seperti jalan desa, pengairan dan jembatan sangat penting untuk disegerakan,” imbuh Politisi Partai Golkar ini.
Sebelumnya, Politisi Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana membenarkan jika harga BBM bersubsidi saat ini tidak naik, maka Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan semakin berat dan keuangan negara makin tidak sehat (defisit). Dampak salah satunya bisa jadi gaji para pejabat negara sampai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dipangkas.
“Benar, industri minyak kita memberikan pemasukan sekitar Rp 225 triliun ke negara. tapi kan Rp 126 triliun digunakan buat subsidi BBM yang tidak jelas siapa yang nikmati, sisanya masuk ke APBN yang ada digunakan buat bayar gaji pejabat, PNS, Polisi, TNI dan belanja-belanja negara lainnya,” kata Sutan.
Kalau BBM tidak naik, kata Sutan, maka semakin berat negara berikan subsidi BBM, kalau dibiarkan defisit anggaran negara bisa berbahaya.
“Saat ini saja BBM mau dinaikkan semua lembaga negara irit-iritnya,” ujar Sutan. (detikfinance, 27/3/2012)
Read More

yaa allah kabulkan doa kami

Yaa allah ya robbana ampuni dosa-dosa kami dan dosa kedua orang tua kami... Yaa allah bimbinglah kami menjadi hamba yang selalu berada dalam golongan hambamu yang berjuang menegakkan agamamu di muka bumi ini yaa allah...

yaa allah yang maha pengasih dan maha bijaksanaa.... jadikan kami keluarga yang kokoh secara pemikiran dan mulia secara akhlak dalam menjalani proses kehidupan ini sehingga mempermudah kami dalam menyampaikan kebenaran tentang indahnya islam kepada masyarakat luas tanpa pandang status sosialnya...

yaa...allah yaa robbi... karuniakanlah kami pasangan hidup yang solekhah sehingga bisa menemani kami dalam meniti jalanmu yang lurus dan mampu mendidik dan membina anak keturunan kami menjadi ujung tombak dalam perjuangan menuju bangkitnya sistem islam...

yaa allah yang maha pengasih dan penyayang... dekatkanlah kami kepada golongan hamba-hambamu yang pandai bersyukur dan ahli sabar dalam menjalani cobaan mu dan masukan kami pada golongan hambamu yang pandai mengambil hikmah dari setiap kejadian yang kami alami,yang kami lihat,dan yang kami dengar sehingga lebih menyadarkan kami tentang kasih sayang mu ya allah....

Yaa allah yang maha kuasa dan maha agung.... jadikan kami pasangan yang selalu menerima kekurangan kami dan bersyukur pada kelebihan kami dan jadikan kami pasangan yang saling memahami posisi dan tugas masing-masing sehingga menjadikan kami keluarga yang selalu rukun dan penuh cinta kasih sayang karena rahmatmu ya allah...

yaa allah yang maha pnasih dan penyayang... karuniakanlah kam istri yang cantik dan yang pandai menghibur kami,istri yang setia sampai akhir hayat kami dan yang menjadi kebanggaan buat kami,keluarga besar kami dan masyarakat kami karena akhlak nya yang selalu menjadi contoh dalam meniti jalanmu yaa allah..
Read More

benarkah subsIdi atau hanya alibi



1. gonjang-ganjing kenaikan BBM kembali menggema, kita lihat banyak reaksi bermunculan dimana-mana, tanda ketidakpuasan pada pemerintah
2. maklumlah, rencana kenaikan BBM ini membarengi rencana kenaikan TDL 10% pula pada awal April 2012, rakyat yg selama ini susah, bertambah
3. ada beberapa alasan pemerintah menaikkan BBM, yg paling getol katanya “subsidi BBM terlalu banyak dan dinikmati malah oleh orang kaya”
4. bila alasannya adalah subsidi, dan pemerintah kata “seharusnya subsidi ini bisa dipakai membangun sektor lain” maka ini adl akal bulus
5. karena pada faktanya, tak pernah ada pembangunan yg dirasakan kecuali sangat sedikit sekali, ambil contoh jalan raya yg tak pernah laik
6. bila dikata pemerintah merugi krn subsidi tll besar, inipun penipuan dan jg pengakuan bhw pemerintah adl perusahaan, bukan pelayan rakyat
7. semua alasan pemerintah untuk menaikkan BBM adl mengada-ada, dan tak pernah ada, penipuan untuk menutupi alasan hakikinya
8. hakikat kenaikan BBM ini sebenarnya adl liberalisasi ekonomi dlm sektor migas, yg merupakan kesepakatan dgn IMF pd 1997
9. dan liberalisasi ekonomi ini tmsk 1 diantara 4 poin kesepakatan dgn IMF yaitu 1) hilangkan campur tangan pemerintah
10. 2) privatisasi (swastanisasi) 3) liberalisasi (hilangkan proteksi dan subsidi) dan 4) memperbesar masuknya investasi asing
11. sederhananya, IMF minta agar Indonesia menjual negara dan penduduknya ke tangan asing, meminta rakyat bersaing dgn perusahaan raksasa
12. hasil akhirnya sudah bisa kita tebak, pengerukan besar2an kekayaan kaum Muslim, dan penjajahan secara ekonomi kepada kaum Muslim
13. terang sudah, alasan naiknya BBM krn “harga minyak dunia naik” hanya dibuat2, nyatanya itu sudah jadi kesepakatan dgn IMF sejak 1997
14. dalam Islam, amalan seperti ini adl haram, krn Allah memerintahkan agar kaum Mukmin tak boleh dikuasai oleh kaum kafir
15. selain itu, Islam telah menggariskan bahwa barang tambang termasuk minyak, bukanlah milik negara melainkan milik ummat seluruhnya
16. sabda Rasul: “Kaum muslimin berserikat dalam tiga hal; air, padang rumput dan api (energi/barang tambang)” (HR Abu Dawud, Ahmad)
17. artinya, pemerintah tak boleh menghargai minyak yg tersimpan di bumi kaum Muslim dgn harga dunia, yg naik seiring naiknya harga dunia
18. dalam Islam, harga minyak yg diambil oleh pemerintah di bumi Muslim adalah 0$ karena kepemilikannya teruntuk ummat seluruhnya
19. dan sebenarnya yang dikatakan “pemerintah mensubsidi BBM, sebenarnya tak pernah ada, malah pemerintah diuntungkan, bukan subsidi
20. coba kita sejenak berpikir, Indonesia itu negara plng repot, harga minyak dunia naik dia susah, harga minyak dunia turun diapun susah
21. harusnya kl pemerintah bilang dia subsidi minyak, dia hepi dong kalo harga minyak turun, tapi dia susah juga krn ktny eksportir minyak
22. lha kalo eksportir minyak harusnya kan hepi kalo harga minyak dunia naik, tapi Indonesia nggak, aneh kan? akal bulus aja tuh naik BBM
23. sy coba share apa yg dimaksud “subsidi” oleh pemerintah, begini ceritanya,
24. pemerintah anggap minyak kita sama seperti harga dunia, taruhlah skrg 120$/barel dan biaya produksi sampe jd BBM 10$/barel
25. jadi harga minyak seharusnya = (120$/barel + 10$/barel x Rp. 9000/1$) : 159 lt/barel (1 barel = 159 lt) = Rp 7.358 / liter
26. nah, jadi krn sekarang pemerintah jual Rp. 4500/lt jadi dia klaim udah rugi krn subsidi sebesar Rp. 2858/lt (rugi? emang perusahaan?)
27. pdhl kejadiannya gak bgt, sebenarny nilai minyak yg diangkut dari tanah kita sendiri adl 0$/barel (kan punya sendiri, gak beli ini)
28. jd harga minyak sebenernya = (0$/barel + 10$/barel x Rp. 9000/1$) : 159 lt/barel = Rp. 566 / liter (hah? serius? >> bener kok)
29. jadi sebenernya rakyat Indonesia sudah subsidi pemerintah 4500 – 566 = Rp. 3936/liter >> bukan pemerintah yg subsidi kita
30. emang mungkin harga minyak semurah itu? >> mungkin banget, coba cek gambar ini >>
31. memang harga BBM di Indonesia lbh mending dr jepang yg Rp. 9292/lt >> tp inget, jepang gak punya minyak, dan coba liat GNP nya!
32. harga Rp. 9292/lt affordable bg org jepang yg kaya2, indonesia GNP-nya seupil mau dihajar lagi sama kenaikan BBM >> *tepokjidat capede!
33. jadi dear tweeps, dari segi logika kenaikan BBM ini adl penipuan, dan dari sudut pandang Islam ini adalah keharaman yg besar
34. di zaman Rasulullah dan Khulafaurrasyidin, fungsi pemimpin adl pelindung ummat, Rasul katakan “Imam laksana perisai”
35. di zaman kapitalisme, pemerintah berubah jd broker penjajah yg menjual kekayaan ummat, dan menguntungkan dirinya sendiri
36. di masa Rasulullah dan Khulafaurrasyidin serta Khilafah Islam, ummat terjamin terpenuhinya keperluan pokok, dgn hukum syariat Allah
37. di masa ini, saat kapitalis merajalela, ummat-lah yang harus menjamin keperluan pokok pemerintah, bahkan keperluan mewahnya, pesawatnya
38. maka kenaikan BBM ini bukan hanya harus ditolak, namun kita pun harus menyadari, ini akan selalu terjadi selama kapitalis sistemnya
39. karena itu haruslah kita serukan, hanya syariat Islam yg akan mengatur dengan adil, hanya Khilafah yg mampu kembalikan kebaikan ummat
40. disampaikan Rasul “seorang imam (khalifah) adl pengatur urusan rakyat dia dimintai pertanggungjawaban atas rakyatnya” (Mutafaq alaihi)
41. hanya syariah dan khilafah yg mampu menghapuskan kedzaliman dan mengangkat penjajahan, dan itu adalah tuntutan iman
Read More

PERNYATAAN HTI TERKAIT PENANGKAPAN USTADZ ABUBAKAR BA'ASYIR



Berkenaan dengan penangkapan Ustadz Abubakar Ba’asyir pada 9 Agustus lalu di daerah Banjar Jawa Barat oleh Densus 88 Mabes Polri dengan tuduhan terlibat dalam perencanaan, pendanaan dan pelaksanaan kegiatan terorisme, Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan:
1. Mengecam penangkapan itu sebagai tindakan dzalim, apalagi dengan cara-cara penangkapan yang terlihat sangat kasar seolah-olah benar Ustadz Abubakar Ba’asyir adalah seorang penjahat besar. Beliau adalah seorang ustadz yang tempat tinggalnya jelas. Jelas juga kegiatan sehari-harinya. Maka tidak semestinya beliau diperlakukan sebagai orang yang seolah telah melakukan kejahatan besar dan hendak melarikan diri.
2.Sangat meragukan tudingan Densus 88 Mabes Polri bahwa Ustadz Abubakar Ba’asyir terlibat dalam perkara yang dituduhkan, yakni merencanakan, mendanai dan melaksanakan kegiatan terorisme di Aceh, mengingat pelatihan yang disebut itu sesungguhnya adalah pelatihan yang diselenggarakan dalam rangka persiapan Jihad di Jalur Gaza sebagai respon atas serangan brutal Israel terhadap wilayah itu pada akhir tahun 2008 lalu.
3.Menengarai bahwa penangkapan itu tidak lebih untuk menyenangkan pihak asing (AS dan sekutunya) mengingat Ustadz Abubakar Ba’asyir selama ini memang telah diposisikan sebagai Amir Jamaah Islamiyyah. Tidak puas rasanya bila sang Tokoh ini tidak juga segera ditangkap. Maka dibuatlah rekayasa, termasuk rekayasa keterlibatan Ustadz Abu dal;am pelatihan di Aceh, untuk menjadi bukti seolah benar bahwa memang beliau terlibat dalam kegiatan terorisme. Ini juga dilakukan agar seolah War On terrorism adalah benar, padahal itu hanya kedok saja untuk memerangi Islam, sementara pelaku terorisme sebenarnya, yakni AS dan sekutunya, sebagaimana terlihat di Irak, Afghanistan, Palestina dan di tempat lain, tidak tersentuh sama sekali. Ini menunjukkan pemerintah Indonesia tidak merdeka secara politik.
4.Penangkapan itu juga sebagai usaha untuk mengalihkan pandangan masyarakat dari kasus-kasus besar yang melibatkan para petinggi polri seperti Markus, Rekening gendut dan sebagainya. Polisi alih-alih segera menuntaskan kasus-kasus itu malah membuat langkah dzalim dengan menangkap Ustadz Abubakar Ba’asyir.
5.Percayalah bahwa setiap kedzaliman pasti akan berakhir. Kedzaliman juga tidak akan bisa menghentikan perjuangan Islam bagi tegaknya kembali syariah dan khilafah. Allahu Akbar!
Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia
Muhammad Ismail Yusanto
Hp: 0811119796 Email: Ismailyusanto@gmail.com
http://hizbut-tahrir.or.id/2010/08/12/pernyataan-hti-terkait-penangkapan-ustadz-abubakar-baasyir/
Read More